tugas PLLB daerah Nagara

PEMANFAATAN SEL SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DAERAH NAGARA KALIMANTAN SELATAN

Nagara merupakan kota kecil yang ditempati Sungai Nagara (cabang Sungai Barito) dan sering meluap. Karena itu, rumah penduduk di tenpat ini umumnya adalah rumah yang dibangun di atas tiang-tiang tinggi. Pada saat musim hujan, hampir seluruh bagian kota tertutupair kecuali jalan yang sengaja dibuat tinggi, namun pada puncak musim hujan, permukaan jalan juga tertutup air sehingga Nagara berubah menjadi semacam “Kota Air”.

Dari hasil observasi yang kami lakukan kepada penduduk setempat dapat diketahui keadaan penduduk di sana yaitu :
1. Kebutuhan air bersih untuk minum diperoleh dari sumber PDAM, sedangkan untuk mandi biasanya penduduk menggunakan air sungai
2. Untuk memasak banyak(3/4) masyarakat yang menggunakan kayu bakar ,sedangkan Cuma sedikit masyarakat yang menggunakan minyak Tanah yang kebutuhannya sekitar 1 L/hari.
3. Mata pencaharian penduduk mencari ikan di sungai maupun memelihara ikan di keramba.
4. Sosialisasi antar masyarakatnya masih sangat erat.
Sedangkan untuk keadaan lingkungannya dapat diketahui bahwa
1. Air sungainya sudah tidak jernih dan terdapat abrasi di tepi sungainya. Selain itu, di daerah sungai banyak sekali di jumpai wc(jamban).
2. Banyak di jumpai tanaman eceng gondok

Daerah Nagara merupakan daerah yang potensi alamnya masih belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Dari hasil observasi saya di sana, intensitas panas matahari di sana cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk dibangunnya panel surya. Daerah beriklim tropis dengan cuaca yang cerah dan terus-menerus memperoleh sinar matahari, seperti daerah nagara ini dapat memanfaatkan teknologi ini dengan baik.
Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.

Secara sederhana solar cell(sel surya) terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan n (p-n junction semiconductor) yang jika tertimpa sinar matahari maka akan terjadi aliran electron, nah aliran electron inilah yang disebut sebagai aliran arus listrik. Sedangkan struktur dari solar cell adalah seperti ditunjukkan dalam gambar 1.

Gambar 1. Struktur lapisan tipis solar sel secara umum

Bagian utama perubah energi sinar matahari menjadi listrik adalah absorber (penyerap), meskipun demikian, masing-masing lapisan juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi dari sel surya. Sinar matahari terdiri dari bermacam-macam jenis gelombang elektromagnetik yang secara spectrum dapat dilihat pada gambar 2. Oleh karena itu absorber disini diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin solar radiation yang berasal dari cahaya matahari.

Gambar 2. Spektrum radiasi sinar matahari
Lebih detail lagi bisa dijelaskan sinar matahari yang terdiri dari photon-photon, jika menimpa permukaaan bahan solar sel (absorber), akan diserap, dipantulkan atau dilewatkan begitu saja (lihat gambar 3), dan hanya foton dengan level energi tertentu yang akan membebaskan electron dari ikatan atomnya, sehingga mengalirlah arus listrik. Level energi tersebut disebut energi band-gap yang didefinisikan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan utk mengeluarkan electron dari ikatan kovalennya sehingga terjadilah aliran arus listrik. Untuk membebaskan electron dari ikatan kovalennya, energi foton (hc/v harus sedikit lebih besar atau diatas daripada energi band-gap. Jika energi foton terlalu besar dari pada energi band-gap, maka extra energi tersebut akan dirubah dalam bentuk panas pada solar sel. Karenanya sangatlah penting pada solar sel untuk mengatur bahan yang dipergunakan, yaitu dengan memodifikasi struktur molekul dari semikonduktor yang dipergunakan.

Gambar 3. Radiative transition of solar cell

Tentu saja agar efisiensi dari sel surya bisa tinggi maka foton yang berasal dari sinar matahari harus bisa diserap yang sebanyak banyaknya, kemudian memperkecil refleksi dan remombinasi serta memperbesar konduktivitas dari bahannya.

Untuk bisa membuat agar foton yang diserap dapat sebanyak banyaknya, maka absorber harus memiliki energi band-gap dengan range yang lebar, sehingga memungkinkan untuk bisa menyerap sinar matahari yang mempunyai energi sangat bermacam-macam tersebut. Salah satu bahan yang sedang banyak diteliti adalah CuInSe2 yang dikenal merupakan salah satu dari direct semiconductor.
daerah negara
Keuntungan sel surya adalah alternative tepat guna mendukung upaya reduksi CO2,dan biayanya lebih murah.dan keuntungan lainnya yaitu,: penghematan rekening listrik.Dalam satu panel dapat menghemat 15 persen pemakaian listrik sebuah keluarga yang terdiri dari empat atau lima orang. Jadi,semakin bannyak panel yang didiriakan dan semakin sedikit biaya listrik yang dibayar. Selain itu banyak keuntungan lainnya ,seperti: PLTS mampu menyuplai listrik untuk lokasi yang belum dijangkau jaringan listrik PLN, potensi pemanfaatan energi surya tersebar secara merata sehingga dapat digunakan untuk daerah yang terpencil, listrik surya merupakan solusi yang cepat, karena proses instalasi yang relatif cepat untuk menghasilkan listrik penerangan dll.

Tenaga Surya merupakan energi yang sangat bersih, karena sifatnya secara fisika dapat Meng-absorbsi UV radiasi (dari matahari), tidak menghasilkan emisi sedikitpun, tidak menimbulkan suara berisik dan tidak memerlukan bahan bakar yang perlu dibeli setiap harinya, sistem tenaga Surya sudah terbukti handal lebih dari 50 tahun mendukung program luar angkasa, dimana tidak ada sumber energi lain, tidak juga juga nuklir, yang mampu bertahan dalam keadaan extrim di luar angkasa, panel Surya merupakan salah satu alat yang dapat memanfaatkan potensi energi radiasi matahari sebesar 4,8 Kwh/ m2 / hari (* Data BPPT tahun 2005) yang merupakan potensial daya yang cukup besar dan belum maksimal dimanfaatkan di Indonesia, panel Surya mempunyai kesan modern dan futuristik, tetapi juga mempunyai kesan peduli lingkungan dan bersih. Sangat cocok untuk dunia arsitektur modern yang memadukan unsur-unsur penting tersebut.
Kini tak ada lagi alasan bahwa teknologi panel surya mahal dan sulit diterapkan. Sejumlah peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan teknologi yang memungkinkan pembuatan panel surya yang lentur dan dapat mengikuti bentuk atap.

Terobosan baru di bidang teknologi energi surya ini dilakukan dengan memanfaatkan lapisan film tipis transparan yang biasa digunakan untuk melindungi panel datar televisi dari kelembapan. Film penghalang itu menjadi dasar bagi pengembangan panel surya fleksibel yang dapat dipasang di atas atap seperti genting.

Panel surya lentur, yang disebut fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV), dapat menggantikan panel surya berbentuk kotak yang umum digunakan pada saat ini. Biasanya panel surya terbuat dari kaca yang kaku atau silikon dan dipasang pada bingkai logam tebal.

Selain ringan dan fleksibel, pemasangan genting panel surya ini jauh lebih murah daripada panel surya yang ada sekarang. Panel lentur ini juga dijamin bisa tahan sampai 25 tahun. Dengan menggunakan sel surya seperti ini maka keperluan akan tenaga listrik di daerah Negara akan terpenuhi.

Latest posts by Hasnani (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *