Ingin Investasi Reksadana yang Cepat Beri Untung? Hindari Kesalahan Berikut Ini

Berinvestasi cenderung memberikan keuntungan bagi orang. Tak heran, ada banyak orang tertarik untuk investasi apapun bentuknya. Namun, bukan berarti berinvestasi tidak pernah mengalami kerugian. Sebab, mau tidak mau, secara tidak langsung investor telah menjadi bagian dari perusahaan tempat ia berinvestasi. Keuntungan dan kerugian yang diperolehnya tergantung dari perjalanan perusahaan tersebut. Begitupula investasi reksadana yang kini tengah gencar diperbincangkan. Pasalnya, reksadana dianggap sebagai investasi paling cepat menguntungkan.

investasi paling cepat menguntungkanReksadana juga pilihan investasi bagi sebagian besar orang yang memiliki modal sedikit. Hanya dengan Rp10.000 saja, Anda sudah bisa mulai berinvestasi reksadana di tanamduit. Potensi keuntungan yang diperoleh terbilang lebih besar daripada tabungan dan deposito. Di aplikasi tanamduit, bunga per tahun yang diperoleh bisa mencapai 5 hingga 30%. Besarnya bunga tergantung dari produk reksadana yang diikuti. Tenang saja, apabila ada keperluan mendesak, investasi ini bisa diambil sewaktu-waktu. Tidak ada pajak, saldo minimum, biaya administrasi, maupun setoran.

Masalahnya, terkadang ada yang belum paham panduan cara menabung saham tanamduit, sehingga sering mengalami kerugian saat berinvestasi. Ingat, meskipun investasi ini memberikan keuntungan, namun Anda juga harus siap rugi. Sebab, kondisi nilai saham di dunia ini siapa yang tahu. Peningkatan atau penurunan hanya bisa diprediksi. Sebagai investor, cukup hindari kesalahan berikut ini untuk meminimalisir kerugian.

Trading Reksadana

Trading reksadana adalah kegiatan jual beli reksadana dalam jangka pendek guna mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga. Padahal, tujuan dari investasi reksadana adalah mendapatkan keuntungan dalam jangka menengah dan panjang, bukan malah trading. Justru trading memiliki dampak yang berbahaya.

Pertama, trading membutuhkan pantauan setiap hari untuk mengetahui fluktuasi harga. Sementara itu, orang yang memilih reksadana pada umumnya yang tidak memiliki waktu untuk memantau perkembangan harga saham. Kedua, kalaupun seseorang memiliki waktu, butuh skill extraordinary untuk melakukan trading. Yaitu kemampuan untuk memprediksi harga pasar saham dalam waktu pendek. Berbeda dengan harga saham dalam jangka panjang yang bisa ditebak, namun fluktuasi harga saham dalam waktu singkat sangat sulit diprediksi.

Jadi, pertimbangkan terlebih dulu cara berinvestasi yang tepat sebelum gabung di reksadana ya!

Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/money-profit-finance-business-2696219/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.